Jumat, 31 Juli 2009

belajar mencintai

Aku coba merenung, kenapa beberapa bahkan mungkin banyak teman-teman wanitaku atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minusnya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tidak pernah satu kali di"tembak" pria, dengan kalimat ini, "Aku menyukaimu" atau "Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih serius denganku?". Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan...

Selama 5 tahun lebih aku bekerja di sebuah rumah produksi yang menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak kisah mirip cinderella yang aku temukan. Ini benar2 nyata. So real..!! Bukan sinetron, bukan film. Sebut saja Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki "si buruk rupa" dengan bentuk tangan dan kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan "pangeran" yang baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarnya berenang. Hari ini mungkin mereka sudah menikah.

Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yang pernah masuk MURI karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat tidak sempurna, namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan sangat mencintainya dengan sepenuh hati. Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang. Seorang yang melukis dengan kaki atau mulutnya karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang sangat mencintainya. Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.

Jadi kalau mau banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan di atas, bagaimana mungkin kalau teman-teman wanitaku itu belum bisa menemukan "sang pangeran cinta"? Bulsyeetttt !!! Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yang cantik, dengan fisik nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus.

Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya :

Ternyata banyak wanita tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12. Sebut saja hal apalagi yang lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam hal "CINTA". Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar pria. Karena wanita memang tidak didesain untuk itu. Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria dilamar oleh wanita, aku tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari ini aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh!!! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini : Cowok menang milih, cewek menang nolak !!!

Kedengerannya win-win solution. Ya.. bisa dibilang begitu. Cowok memang bisa memilih wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita mana saja yang hatinya memang "jatuh". Toh,sampai hari ini jumlah cewek di dunia jauhhhhhh lebih banyak dari cowok. Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, karena komposisi wanita dan pria di kota ini memang sangat tidak seimbang. Jumlah wanitanya jauhhhh lebih banyak dari pria.

Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, atau kesekian kalinya atau kedua: melanjutkan dan berkelana mencari yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauhhhh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba dan mencoba lagi sampai dapat.
"Emang cewek elo doang??". Pikiran seperti itu kadang ada di sana.

Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehe.. Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu.

Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang!! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih,, maka berarti cowok menang nolak!!!

Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat, tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak "bermain" pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah "menang" milih cowok yang mana aja???

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya:

Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia. Pertama, adalah ibuku sendiri. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usia 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proporsional. Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita itu memaksanya. Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta pada wanita yang sama, yaitu ibuku. Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka bertambah kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu.

Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis itu. Di usianya yang 26tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan telah setia menunggunya selama 6 tahun menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun lalu, adikku tidak meresponinya, namun akhirnya dia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya, bahwa wanita di desain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk mencintai. Sebelumnya aku tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria ternyata tidak sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik dari hari ke hari. Aku pikir, adikku wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu agresif dan sangat mencintai seorang pria dan akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang, sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya. Karena suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus dan yang paling menyedihkan selalu korban perasaan. Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering. Karena tidak "disirami" cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya cinta yang lain.

Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar pura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tidak menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberi kesempatan.

Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menaklukan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikam, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang berpura-pura jatuh cinta kepadanya.

Bagi pria, anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri.

Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat mencintaku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi orang kaya secara materi. Tapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai pada pernikahan, mau tidak mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas, dan materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut.

Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tapi Anda menolaknya. Karena anda memang di desain "menang nolak". Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria.

Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku, "Kalau ada seorang pria yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya." Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab. "Ya". Aku hanya mengatakan, "Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya." Siapa tahu, ini cinta sejatimu?

Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa lagi... Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari.

Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang padamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? Atau "berpikir dua kali untuk berkata "tidak", karena siapa tahu orang ini yang akan memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini "Aku mencintaimu walaupun..."


Tulisan ini didedikasikan untuk para wanita -Ciptaan Terindah-
By Kendrick Sumolang

dear women

Pria semasa muda selalu melihat wajah dan tubuh wanita, saat ia memilih istri atau pacar, apakah dia benar–benar mencintai wanita itu atau tidak, itu tidaklah pennting, yang terpenting adalah demi gengsi sang pria, itulah alasan yang sebenarnya.

Tapi acap kali pria setelah menginjak usia paro baya, baru menyadari bahwa kecantikan seorang wanita bukanlah terletak di kulit permukaannya, melainkan terletak pada sifatnya yang lembut dan murah hati, bertabiat sabar dan penuh pengertian. Ketika pria sedang resah dan gelisah, apabila sang wanita bisa menunjukkan perhatian menghibur dengan sedikit manja, mengatakan perkataan dengan lemah lembut, maka saat itu juga tidak peduli seberapa sibuk atau seberapa berat beban yang dipikul, si pria akan merasa lega.

Hanya saja wanita sekarang ini hanya memikirkan dirinya sendiri, bersuara lebih besar daripada pria, menghamburkan uang untuk bersolek, pakaian jika bukan bermerk tidak mau dipakai, tidak bisa masak, tidak mengurus anak. Jika pria tidak mengerjakan pekerjaan rumah tangga maka ia akan mengadu kesana kemari sambil menangis dan meratap, sudah sepantasnya seorang suami bersusah payah mencari nafkah Sampai disinilah, pria baru akan menyesali pandangannya yang pendek dan dangkal, karena hanya memilih pasangan hidup hanya dengan melihat kecantikan di wajah dan bukannya melihat kecantikan dalam hatinya.

Saya mempunyai seorang teman, semua memanggilnya Brandon, berparas seperti bintang film idola, tinggi dan tampan, latar belakang keluarganya juga baik, di masa sekolah ada begitu banyak wanita yang mengagumi dirinya. Brandon kemudian bertemu dengan seorang gadis kaya, yang berparas cantik dan mungil, gerak geriknya anggun, mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan segera terjalin asmara yang memabukkan. Beberapa bulan kemudian, pasangan yang serasi ini pun melangsungkan pernikahan yang megah, bagaikan dalam cerita dongeng, entah berapa banyak orang yang iri pada mereka berdua!

Tak disangka setelah 8 tahun pernikahan mereka, Brandon menceraikan
wanita cantik itu tanpa mempedulikan keluarga kedua pihak yang menentangnya. Setengah tahun kemudian, ia menikah lagi dengan wanita lain yang berasal dari keluarga sederhana, paras wajahnya pun juga biasa saja. Pekerjaan wanita ini hanyalah seorang pelayan di sebuah toko minuman ringan. Pilihan Brandon ini telah membuat mata banyak orang terbelalak seakan tak percaya sama sekali. Suatu hari saya bertemu dengan Brandon, dengan penuh rasa ingin tahu saya bertanya kepadanya, mengapa ia bisa menceraikan si wanita cantik itu, lalu kemudian menikahi seorang wanita yang kalah telak dalam segala hal jika dibandingkan dengan istri sebelumnya.

Brandon berkata, bahwa selama beberapa tahun belakangan ini, sebenarnya ia sudah tidak tahan lagi hidup bersama mantan istrinya. Setelah mereka menikah, wanita itu tak mengerjakan apa pun, selain melewatinya dengan berbelanja barang–barang bermerk tiap hari, uang yang dipakainya adalah uang Brandon.
Kartu kredit Brandon dipakai sampai melebihi batas. Ketika Brandon menasehatinya agar tidak terlalu boros dalam berbelanja, ia langsung mendapat makian dan dikatai tidak becus, tidak giat bekerja, bahkan sering memuji pria lain lebih murah hati dengan menghadiahi dirinya jam tangan bermerk dan kalung mutiara.

Kadang kala jika Brandon sedang mengalami tekanan besar dalam pekerjaannya, dan ingin mengajaknya jalan–jalan, nontton bioskop, ataupun hanya memilih gedung bioskop saja, harus melalui serangkaian pertengkaran dahulu, dengan alasan toilet yang tidak mewah, restorannya yang kurang modis, dan yang harus antri. Setelah pilihan tempat sudah disepakati, menunggu si wanita cantik berdandan juga harus menghabiskan beberapa jam. Jika ia dikatakan lamban, maka sudah pasti akan mendatangkan makian, menyalahkan Brandon yang tidak sabaran, kurang lemah lembut, tidak seperti si anu atau si anu, bahkan menyatakan bahwa jika lain kali Brandon ingin keluar dengannya harus terlebih dahulu membuat janji, seolah si wanita cantik itu adalah majikannya, sementara Brandon hanyalah pelayan yang harus mendengar perintahnya. Hingga akhirnya pertengkaran itu membuat hasrat Brandon untuk keluar bersamanya terkikis habis.

Kedua orang tua Brandon telah lama mengidamkan cucu, sedangkan
wanita cantik itu mati–matian menolak untuk melahhirkan, ia berkata bahwa melahirkan akan merusak bentuk tubuhnya, memelihara anak akan menghabiskan waktunya, sampai akhirnya disentuh oleh Brandon pun ia tidak mau, dengan alasan tidak suka karena Brandon kotor, atau pun mengatakan bahwa Brandon punya niat lain yang ingin merusak penampilannya di depan umum. Brandon mengatakan semua hal itu masih dapat ditahannya, akan tetapi yang benar-benar membuatnya meledak adalah gara–gara sebotol susu.

Suatu sore mantan istrinya menelepon ke kantornya, dia meminta suaminya mampir ke supermarket saat pulang kantor dan membelikannya sebotol susu berkadar lemak rendah. Mendengar permintaannya, Brandon tidak berani tidak menurutinya. Akan tetapi setelah bekerja sehari penuh sungguh melelahkan, jalanan juga macet cukup parah, dengan susah payah Brandon akhirnya mendapat tempat parkir di pinggir jalan yang penuh sesak. Begitu masuk ke dalam supermarket ia baru mendapati bahwa susu telah terjual habis, ia terpaksa berjalan kaki ke toko lain membeli susu. Waktu sudah jam 7 malam setelah ia berhasil membeli susu. Akhirnya dengan tubuh lelah lunglai Brandon sampai di rumah, setelah menyerahkan susu sapi kepada istrinya, ia segera merebahkan tubuh di sofa.

Tak disangka istrinya berteriak setelah menerima dan melihat susu yang dibeli oleh Brandon, dan selanjutnya melempar susu itu ke tubuhnya sambil menunjuk Brandon dan mulai dengan caci makinya, Saya suruh kamu beli yang berkadar lemak rendah, mengapa kamu beli yang berlemak tinggi, kamu ini memang sungguh keterlaluan, sekarang juga segera kamu kembali ke supermarket itu dan ganti dengan yang lemak rendah. Kamu tidak hanya telah menunda waktu saya untuk mengkompres wajah, malah salah beli, saya suruh kamu beli susu ini begitu pulang dari kantor, sekarang kamu lihat sendiri, sudah jam berapa ini. Kamu ini punya otak atau tidak?! Begitulah, hanya demi sebotol susu, sang istri telah memakinya habis–habisan tidak kurang dari setengah jam lamaanya, Brandon yang telah kehilangan akal pikiran, hanya mampu memandang mantan istrinya yang berkacak pinggang dengan wajah menyeramkan dan bibir yang diolesi lipstik merah maron itu melontarkan kata–kata kotor,, gambaran itu terus membesar dan semakin membesar di hadapan Brandon…

Tiba–tiba saja Brandon berrdiri dan segera menepis tangan istrinya yang sedang menuding dirinya, dan berkata dengan lantang, Cukup sudah saya bersabar untuk hidup bersama dirimu, mulai besok saya akan menceraikan kamu! Si wanita cantik yang selama ini selalu berada di atas angin pun segera mengeluarkan jurus mautnya sampai ke talak tiga, mengancam hendak
bunuh diri lalu mengadu ke orang tua dari kedua belah pihak sambil meratapi nasibnya yang merasa dipersalahkan. Dia juga mengeluarkan ancaman hendak menghancurkan kedua belah pihak, tapi rupanya niat Brandon kukuh bagaikan baja, sama sekali tidak menghiraukan ancamannya. Akhirnya, si wanita cantik itu sadar jika ini diteruskan dia akan sangat kehilangan pamor, ia pun menggunakan kesempatan ini untuk memeras semua harta kekayaan Brandon sebagai tunjangan perceraian mereka.

Setelah bercerai Brandon memberikan semua hartanya berupa
rumah mewah, mobil bermerk, semua diberikan pada mantan istrinya. Meskipun harus menghabiskan semua harta kekayaannya, tapi Brandon bilang dia merasakan kelegaan dan kebebasan yang belum pernah dirasakannya selama ini. Dia lebih baik makan di pinggir jalan, naik bis umum, dan sama sekali tidak ingin kembali ke kehidupan yang lalu.

Setelah lewat satu bulan, Brandon pergi bersama dengan rekan sejawatnya ke sebuah toko minuman ringan untuk menikmati makanan kecil. Dengan tidak sengaja ia telah menumpahkan gelas minumannya sehingga lantai, meja dan bajunya basah, saat itu Brandon teringat ketika ia dulu pernah makan bersama mantan istrinya, ia juga pernah secara tidak sengaja menumpahkan sup. Ia sempat melihat mantan istrinya melotot hingga yang terlihat hanya putih matanya dengan ekspresi wajah mendongkol, seolah–olah bersama Braandon adalah suatu hal yang sangat memalukan baginya.

Tepat di saat Brandon sedang menerawang akan kejadian di masa lalu itu, seorang pelayan wanita dengan penuh senyuman di wajahnya datang menghampiri dirinya, lalu dengan lembut dan ramah membantu dirinya membersihkan noda, sang pelayan yang sepertinya sangat memaklumi kecanggungan Brandon, berkata dengan penuh perhatian, Meja kami ini memang kurang stabil, tamu–tamu di sini sering menumpahkan minuman, harapp anda dapat memakluminya. Mohon jangan disimpan dalam hati! Meskipun pelayan wanita itu berparas biasa, tapi saat itu Brandon merasakan bahwa ia sangat cantik, setelah melunasi bon, Brandon segera meminta nomor telepon sang pelayan wanita. Pelayan wanita inilah yang sekarang menjadi istri Brandon sekarang.

Suatu hari sebelum pulang kantor, Brandon menerima telepon dari sang istri yang memintanya untuk membeli sebotol susu sebelum pulang ke rumah. Brandon sungguh lelah, jadi ia memberitahu istrinya agar makan di luar saja, tapi di telepon istrinya mati–matian berrtingkah manja seperti anak kecil dan mengatakan bahwa ia telah memasak sup ayam kental demi untuk menambah gizi badannya. Mendengar perkataan sang istri, seketika itu muncullah kehangatan dalam hati Brandon, betapa pun lelahnya, dia tetap rela membelikannya.

Setibanya di rumah, ia disambut istrinya dengan penuh senyuman di wajah, tanpa mempedulikan masalah keterlambatannya akibat kemacetan
lalu lintas. Sang istri meraih susu itu dari tangan Brandon dan segera masuk ke dapur. Brandon dengan penuh rasa ingin tahu menghampiri istrinya, menanyakan apakah ada masalah dengan susu yang dibelinya itu lemak rendah atau lemak tinggi. Tak disangka dengan penuh semangat istrinya mencium pipinya sambil berkata dengan manja, Terima kasih, Suamiku… Asalkan suamiiku yang membelikannya, semua itu tidak ada masalah, aku sudah senang! Demikianlah Brandon seumur hidupnya mencintai istrinya yang baik dan lemah lembut serta dapat bertingkah manja ini!

Sesungguhnya, wanita seperti apa yang disukai oleh pria? Kebanyakan wanita sekarang ini beramai–ramai mengejar kecantikan penampilan luar dan bentuk tubuh yang aduhai agar menjadi pusat perhatian pria, namun mereka lupa bahwa sebenarnya pria menitik beratkan pada hati yang dapat berempati dan memperhatikan orang lain, juga penuh perhatian dan toleran. (Fang Ru/The Epoch Times/lin)