Temen2, ni artikel bagus banget !! sediain waktu paling lama 15 menit buat baca ini, walo panjang tapi berguna banget, sebelum kalian menghabiskan sisa waktu kalian entah kalian akan married atau tidak...
10 menit ga akan ada artinya dibanding kebahagiaan dan berkat yang akan kita dapat dengan pola pikir yang berbeda dalam memandang RELATIONSHIP n PERNIKAHAN...
met baca n renungin yaa ^^
Baik atau buruknya suat hubungan teman, berpacaran / pranikah, atau pernikahan, tergantung daRi siapa saja yang terlibat dari hubungan itu.
Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu.
Kej 2:18 Tuhan berfirman: “ tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan seorang penolong baginya, yang sepadan dengan dia”
Jika manusia itu seorang diri/ alone: Tuhan katakan itu “TIDAK BAIK”
Seorang diri = A lone/sendirian, bukan Single.
Manusia yang alone, artinya: sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. INI adalah kondisi yang tidak baik.
Mengapa tidak baik jika manusia itu seorang diri saja?
Alasannya:
- karena KASIH
Sifat dasar kasih adalah MEMBERI ( to give, God is Love). Supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasih-Nya
- Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenis.
- Talenta dan kemampuan kita dapat dikembangkan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan karakter diperlukan orang lain! Betul kan ?
SINGLE : tunggal, utuh, whole, complete, terpisah, unik
Tuhan tidak bilang : It’s not good to be single, tetapi yang Dia bilang : It’s not Good to be alone.
Adam: pribadi yang single, artinya komplit, utuh, sempurna. Dikatakan “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik”. TIDAK pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya.
~ Yang tercatat adalah: Adam mengusahakan dan memelihara taman Eden, sendirian. Termasuk kerjaan yang amat berat, memberikan nama – nama dari segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya, Adam sampai tidak sadar kalau ia butuh teman.
Tuhanlah yang bilang, bahwa: “Tidak baik kalau manusia itu sendirian saja”. Adam sibuk, concern dengan pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. Inisiatif berpasangan justru datangnya dari Tuhan.
Pada waktu Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus, yaitu pasangan hidup.
Udah pada setia belum nih sama Tuhan ? ayo kita setia pada setiap pekerjaan/pelayanan yang Tuhan percayakan. Maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita 
Saat Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Mengapa? Karena Adam sudah complete sejak sebelum dia bertemu dengan wanita. Tujuan penciptaan wanita adalah sebagai penolong bagi Adam.
Ilustrasi: untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan. Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah bukan?
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian, tetapi dia tidak kesepian.
Guys, kalian perlu ingat bahwa alone belum tentu lonely, dan memang tidak kesepian karena ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang: “Tidak baik manusia itu sendirian saja”
Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan?
Yaitu pada saat kita tidak membutuhkan pasangan.
Karena disitulah kita merasa complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana – sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single, dan menikmati panggilannya.
Singleness adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah.
Hanya orang yang single, utuh, complete, matang, unik, aman, hanya single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single person. Antara laki – laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing – masing.
Pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak complete/ tidak utuh. It’s a big NO!! Jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita.
Yesus berkata agar kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, istri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Jika kita tidak bisa mengasihi diri sendiri maka tentunya kita tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Mengasihi diri sendiri bukan berarti: selfish, self center, atau egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan single.
Cara mengasihi diri sendiri:
- mengenal diri kita sendiri
tahu siapa dirimu? Tahu mengapa kamu ada di dalam Tuhan? Tahu mengapa kamu ada disini?
Yesus adl pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orla
(Yoh 14:6, 10:9, 11:6, 6:35, 8:12, 11:25)
2. menerima diri kita apa adanya,
--> memilikki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.
Pernikahan yang tidak baik adalah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi. Lihat contohnya di sinetron !
Jika pasangan kita sedikit – sedikit telpon kita dan bilang, “knapa sih kamu kok gak telp aku?” atau sedikit – sedikit “knapa sih kamu gak perhatiin aku?” atau “knp c kamu gx seperti yang lain?”
Sesungguhnya kalau kita single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatikan, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuannya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini (Yoh 8:14).
IT’S IMPORTANT BEING “SINGLE”
Lebih penting untuk menjadi single lebih dahulu dibanding menikah.
Lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single.
Hal yang paling BERBAHAYA dalam pernikahan adalah orang yang tidak single, menikah dengan orang yang tidak utuh, itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.
Kalaupun sekarang kita belum menikah, yang terpenting kita Menjadi SINGLE. Dengan demikian, kita tetap bersukacita.
Sebab, orang yg tidak single, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Ams 25:18).
Orang yang tidak utuh banya bisa mengendalikan sebagian dirinya, dan tidak sepenuhnya. Hanya orang single yang komplit/penuh/utuh akan dapat mengendalikan hidupnya.
Orang yang tidak utuh tidak dapat memberikan apa – apa untuk pasangannya karena tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk MENGISI kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak MENUNTUT, banyak minta diperhatikan, dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis.
Jika kita menganggap “belum lengkap jika belum menikah” ini merupakan pola pikir yang SALAH.
Hal ini seringkali menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya. Itu komplit yang SALAH !! karena :
kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan (Mat 6:33). Carilah kerajaan Allah dan Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber, dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita.
Perlu diingat, kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita. Kepenuhan panggilan kita hanya didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa kita. Kita bisa menerima diri kita sendiri, kita bisa tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.
Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya: apabila kita menjadi single, utuh, komplit, mengenali siapa kita di dalam Tuhan, dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah.
Ada orang – orang yang masih sendirian, belum berpasangan/belum menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia utuh, single, dan komplit dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja, sewaktu – waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.
HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/sepi, hidupnya banyak diisi dengan usaha – usaha untuk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana – sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana sini, lirik sana lirik sini, jadian sana – sini. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya, apalagi jika pasangannya adalah orang yang single/utuh/’komplit.
Pahamilah : rasa kesepian dan tidak utuh TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA !! melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.
Maka, layanilah Tuhan Yesus, cari dulu kerajaan Allah, ikutlah kegiatan – kegiatan gereja dengan hati&motivasi yang murni, berikan dirimu perhatianmu, usahamu, kreatifmu, dan waktumu..... untuk kemuliaan Tuhan, maka yang lain – lainnya akan ditambahkan-Nya kepadamu. Tuhan lebih tahu kebutuhanmu daripada dirimu sendiri.
Pernikahan yang sempurna antara dua orang utuh tidak akan saling mengeringkan, tetapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang, dan tidak saling menuntut. Mereka akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling. Pernikahan dua orang utuh akah menghasilkan pria dan wanita yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi utuh dan komplit, punya kedewasaan dan panggilan dalam kristus.
Entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum... STAY SINGLE !! Jadilah pribadi yang utuh, komplit, dan aman !!!
God walk with you all ^0^
Waw....
BalasHapusVery inspiring me...:D
:D thx for reading... GBu^^
BalasHapus